Minggu, 23 Oktober 2011

Max 15-Meringankan Viewport dan Render Vray

Seringkali, kalau sudah terlalu banyak object yang kita tambahkan dengan merge kedalam scene kita, misalnya dengan menambahkan pohon, mobil, lampu gantung, viewport menjadi sangat berat, saat kita mau menggerakkan kamera atau orbit. Dan parahnya, saat kita render, waktu rendernya jadi sangat lama, atau dalam kasus saya, terkadang malah mati tanpa pamit2 dulu. Bener2 mengesalkan!

Untuk itu, biasanya saya akan menggunakan View as box, yang ada di object properties, jika saya masih ingin mengubah bendanya. Atau saya akan menggunakan Vray Proxy. Pada prinsipnya, Vray proxy itu seperti kalau kita membuka kantor cabang untuk object yang kita merge, dengan Scene utama kita sebagai kantor pusatnya. Jadi objectnya diwakilkan dengan benda yang bisa kita pilih sendiri, baik dalam bentuk wiremesh, benda solid, dll. Dan saat merender, barulah 3dsMax me'load' object tersebut, sehingga beban render Vray-nya menjadi lumayan ringan. Setidaknya, mengurangi kemungkinan mati mendadak.

Perlu di ingat, saat membuat object yang akan dijadikan Vray proxy, seluruh materialnya harus berada dalam 1 slot Map, yaitu sebuah multi/sub object, yang cara pembuatannya sudah saya jelaskan di tutorial Max 03. Ini karena saat dijadikan proxy, seluruh bagian dari benda2 tersebut di satukan, jadi prinsipnya seperti editable poly, dimana digunakan material id untuk bagian polygon yang beda mapping.

Selain itu jika saya akan menyebar pepohonannya untuk dijadikan latar belakang misalnya, saya akan menggunakan Multi Scatter ataupun Vray Scatter. Pada saat tutorial ini dibuat, Vray scatter yang saya miliki hanya bisa digunakan untuk Vray 1.5 an, karenanya sejak saya sudah upgrade Vray ke Vray 2.00, saya lebih sering menggunakan Multi Scatter.


Multi Scatter dan Vray Scatter akan menyebarkan object kita secara acak, dipermukaan suatu benda solid atau pun Spline yang sudah kita buat terlebih dahulu. Kita dapat mengacak2 penempatan bendanya, juga skala dari bendanya, arah orientasinya, ukurannya, sehingga kelihatan lebih alami.

Tetapi untuk penyebaran pohon,  akhir2 ini saya sedang sangat menyukai sebuah plugin tambahan dari itoosoft.com, yaitu Forest Lite. Alasan utama kenapa saya menyukai plugin ini adalah karena dia gratis!! ^_^ Tapi selain itu, koleksi pohon 3dnya, yang termasuk dalam paket gratisan tadi,  sudah kompatibel dengan Vray. Dan kalau memang berminat membeli, koleksi pohon tambahannya bagus2! 

Pada prinsipnya,  Forest Lite adalah gabungan antara Vray proxy dan Multi Scatter. Dan cara penggunaannya kurang lebih memang sama dengan penggunaan Multi Scatter ataupun Vray Scatter. Namun karena  Multi Scatter dan Vray Scatter adalah plugin tambahan yang harus dibeli dulu, sedangkan Forest lite gratis, maka pada tutorial ini saya akan menerangkan penggunaan Forest Lite, dan kamu bisa menerapkanya ke Multi/Vray scatter jika ingin.

Selamat mencoba!!


Minggu, 02 Oktober 2011

Sketchup16-Setting Vray Bangunan Malam hari

Bagi saya, membuat scene malam hari jauh lebih menantang daripada membuat scene siang hari. Untuk scene siang, saya cukup melakukan modelling, atur arah mataharinya, dan bum! Beres deh, jadilah sebuah rumah, siap untuk dipresentasikan kepada klien.

Sedangkan scene malam hari merupakan seni tersendiri. Disatu pihak, kita ingin agar suasananya cukup gelap, agar kontras cahaya lampu tambahan jadi kelihatan, dipihak lain, tidak boleh terlalu gelap, karena bangunannya sendiri tetap harus kelihatan. Karenanya untuk jalan tengahnya, saya membuat scene nya lebih ke arah sore hari atau sekitar subuh. Jadi di langit masih ada cahayanya.

Diperlukan design tersendiri untuk perletakan lampu pada scene malam hari, demikian juga dengan jenis lampu yang akan dipilih. Tapi pada dasarnya lampunya saya bagi menjadi :
  1. Lampu Vray rectangle dengan invinsible=on, ini akan menjadi sumber cahaya utama dalam ruangan, biasanya ukurannya agak besar, arahnya dari plafond ke bawah. Kamu bisa juga meletakkannya dari arah jendela kedalam ruangan. Untuk jenis lampu yang ini, naikkan subdivisionnya, sekitar 15-25 tergantung dari seberapa besar hasil renderan yang akan kamu buat. Dengan ini kamu bisa mengurangi resiko noise atau bintik2 pada bayangan lampu.
  2. Lampu Vray rectangle dengan invinsible=off. Ini biasanya saya tempel pada lampu yang berbentuk kotak atau di plafond. Untuk lampu yang bulat bisa dengan menggunakan omni, juga dengan invinsible off. Besar intensity nya sekitar 10-20 unit lebih tinggi dari pada cahaya no.1 diatas. Ini supaya lampu yang tidak menghilang karena pengaruh cahaya lain.
  3. IES light, untuk lampu down light dan Uplight. Untuk IES light, anda harus mencoba2 dulu, light mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bangunan anda. Setiap bagian dari bangunan biasanya memerlukan jenis lampu yang berbeda-beda. IES dapat anda beli dalam bentuk CD atau di download dari Internet. Saya sendiri mendapatkannya dari teman (>.<) jadi, saya kurang tahu dimana tepatnya mendapatkan IES light. Jadi silahkan meng-google.
Jadi intinya, kalau kamu tidak punya cukup waktu, janganlah membuat scene malam hari, hehehehe... :P

Scene siang hari, tanpa touchup photoshop




Yang berbeda dari scene malam hari dengan siang hari pada pengaturan Vray parameter terutama pada Environment, Camera dan color mapping. Berikut adalah setting sunlight untuk suasana malam hari:



Selamat mencoba!

Sabtu, 01 Oktober 2011

Sketchup15-Setting Vray Bangunan Siang Hari

Membuat bangunan minimalis dengan menggunakan sketchup sangat menyenangkan dan cepat. Namun saya masih merasa belum puas dengan kualitas pohon2 3d dari library sketchup yang ada. Kalaupun ada yang cukup bagus, biasanya sangat memberatkan komputer. (Atau komputernya sudah minta diganti lagi? :))

Karenanya, untuk tambahan pepohonan, saya masih memerlukan bantuan Photoshop. Tetapi mungkin kalau saya lebih rajin lagi mencari, mungkin akan ketemu plug in pohon yang cukup bagus. Dan untuk tutorial ini, saya masih hanya memberikan hasil 'mentah' yang langsung didapat dari rendering sketchup tanpa touch up apapun.

Hasil Rendering Siang hari
Sayangnya karena tidak cukup waktu (baca:males) ngubek2 warehouse, jadilah lampu jalannya kurang sip. Tapi untuk scene kamu, lebih baik cari yang lebih bagus deh, atau buru2 ditutup pakai pohon. :)

Disini saya juga menyinggung sedikit tentang penggunaan displacement, yang akan membuat rumput akan terlihat lebih realistik. tetapi seperti biasa, saat menggunakan displacement, waktu rendering yang dibutuhkan juga akan lebih panjang alias berat.

Berikut adalah tutorial yang sudah dapat dilihat di You tube


Dan ini adalah setting parameter yang dipakai untuk scene kali ini.Setting ini sebagian juga akan dipakai saat membuat scene malam hari.





Selamat Mencoba!!